Close

Tempat Wisata di Spanyol

Tempat Wisata di Spanyol
  • PublishedJanuari 17, 2026

paperbell.org – Tempat Wisata di Spanyol ngomongin liburan ke Eropa, biasanya orang langsung keinget Paris atau Roma. Padahal, ada satu negara dengan vibes yang nggak kalah keren, Spanyol. Negara ini seolah jadi persilangan antara seni, sejarah, dan gaya hidup modern. Dari tempat wisata di Spanyol bernuansa sejarah kayak Alhambra di Granada, sampai destinasi populer Spanyol di pantai-pantai hits Barcelona, semuanya bisa bikin traveler betah berlama-lama.

Cocok buat yang suka budaya, kuliner, sekaligus hunting foto estetik buat feed Instagram. Nggak heran kalau banyak itinerary tour Eropa juga selalu menyisipkan Spanyol sebagai salah satu highlight utamanya.

Yang bikin Spanyol selalu spesial adalah suasananya yang terasa “hidup.” Pagi hari biasanya dimulai dengan café-café kecil yang ramai pengunjung sarapan churros, siang menjelang sore suasana kota berubah penuh irama musik jalanan, dan malam harinya energi kota makin terasa lewat pesta atau festival.

Warga lokalnya pun terkenal ramah, ekspresif, dan terbuka. Banyak orang bilang, sekali menjejakkan kaki di Spanyol, akan sulit untuk tidak jatuh cinta. Makanya, pengalaman liburan pertama ke sini sering kali terasa personal banget, dan bikin nagih untuk balik lagi.

 

Destinasi Ikonik, Kota & Spot Favorit

Kalau lagi nyusun wishlist buat liburan ke Spanyol, ada beberapa kota wajib yang biasanya jadi highlight di itinerary klasik:

1. Barcelona

Sagrada Familia adalah ikon utama, megah, detail, dan penuh cerita. Tapi Barcelona bukan cuma soal itu. Kamu bisa jalan santai di La Rambla, jajan seafood segar di Mercat de La Boqueria, atau chasing sunset di pantai Barceloneta. Kalau doyan foto, mampir juga ke Park Güell karya Antoni Gaudí dengan mozaik warna-warni yang artsy banget. Malam harinya, kawasan El Born dan Gràcia terkenal dengan bar-bar kecil penuh live music, bikin vibes Barcelona makin hidup.

2. Madrid

Sebagai ibu kota, Madrid terkenal dengan suasana urban-modern yang energik. Plaza Mayor dan Museo del Prado cocok untuk pecinta seni klasik, sementara Retiro Park jadi pilihan rileks piknik santai. Jangan lupa eksplor Gran Vía, jalan terkenal penuh teater dan toko fashion. Malam harinya, nightlife Madrid nggak ada habisnya, bar buka sampai subuh! Dan khusus fans bola, Santiago Bernabéu jelas wajib masuk bucket list.

3. Sevilla

Sevilla punya karakter yang manis dan romantis. Tarian flamenco, Alcázar dengan arsitektur khas Moorish, dan Katedral Sevilla yang megah bikin kota ini kaya akan sejarah sekaligus atmosfer hangat. Sore jalan santai di kawasan Santa Cruz biasanya ditemani dentingan gitar flamenco dari musisi jalanan, bikin suasana makin syahdu. Kalau pas musim semi, Festival Feria de Abril bikin seluruh kota terasa seperti karnaval penuh warna.

4. Granada

Alhambra selalu jadi magnet utama. Istana cantik dengan latar Pegunungan Sierra Nevada ini punya detail arsitektur Islam-Andalusia yang luar biasa. Selain itu, kawasan Albaicín dengan jalanan sempitnya bukan cuma fotogenik tapi juga menawarkan sunset view paling cantik. Malam harinya, coba nongkrong di kedai teh mint ala Arab khas Granada yang unik banget.

Kalau waktu liburanmu panjang, tambahin juga Valencia yang jadi rumah asli paella, atau Bilbao dengan Guggenheim Museum yang ikonik banget buat pecinta seni kontemporer.

Rekomendasi Itinerary Wisata Spanyol

Kalau punya waktu 7–10 hari, itinerary simpel ini bisa kamu coba:

Hari 1–3 (Barcelona)

Explore Sagrada Familia, jalan sore di La Rambla, nikmati suasana Gothic Quarter, sunset di Montjuïc, plus mampir ke Camp Nou kalau kamu fans bola.

Hari 4–6 (Madrid)

Keliling museum Prado & Reina Sofia, Royal Palace, cicip tapas di Mercado de San Miguel, lalu malamnya nonton pertunjukan flamenco di bar lokal.

Hari 7–8 (Sevilla)

Nikmati Plaza de España, explore Alcázar, jalan di Santa Cruz, dan coba naik kereta kuda klasik keliling kota.

Hari 9–10 (Granada)

Dari Alhambra hingga Albaicín, lalu kalau musim dingin bisa lanjut ke Sierra Nevada buat main ski ringan atau sekadar minum cokelat panas di café pegunungan.

Itinerary ini masih gampang diutak-atik. Mau fokus ke sejarah? Bisa. Mau food trip saja? Bisa juga. Dan kalau bergaya slow-travel, nambah sehari buat nongkrong di café atau ngobrol sama warga lokal justru bikin pengalaman makin berkesan.

 

 

Baca juga ; Tips Liburan ke Malaysia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *